Software Komputer

Senin, 08 Maret 2010

Sistem operasi :

Program dasar pada komputer yang menghubungkan pengguna dengan hardware komputer, seperti Linux, Windows, dan Mac OS. Tugas sistem operasi termasuk (tetapi tidak hanya) mengurus penjalanan program di atasnya, koordinasi Input, Output, pemrosesan, memori, serta penginstalan dan pembuangan software.

Program komputer:

Aplikasi tambahan yang diinstal sesuai dengan sistem operasinya,

Contohnya
Microsoft Office
Game’s Komputer
Internet Explorer
dan lainnya…..

Hardware Komputer

Prosesor:

Unit yang digunakan untuk memproses dan mengekseskusi perintah yang diberikan oleh masukan user.

Memori RAM:

Media penyimpanan sementara yang digunakan untuk menyimpan hasil eksekusi / hasil instruksi yang akan hilang apabila sumber energi di matikan.
Data yang disimpan bersifat sementara.

Hard Disk,

Media penyimpanan semi permanen yang digunakan untuk menyimpan hasil instruksi yang dilakukan oleh prosesor.
Data yang disimpan dapat di isi kemudian di hapus tergantung permintaan pengguna.

Perangkat Masukan:

Media yang digunakan untuk memasukkan data untuk diproses oleh CPU.
Contohnya : Mouse, Keyboard, Scaner.

Perangkat Keluaran:

Media yang digunakan untuk menampilkan hasil pemprosesan data oleh CPU.
Contohnya : Printer, Monitor.

Cara Kerja Komputer

Komputer memiliki 4 bagian utama untuk bekerja diantaranya

-Aritmatik Logic Unit (ALU)

-Unit Kontrol

-Memory

-Input – Output (I / O)

Masing – masing bagian dihubungkan dengan berkas atau suatu jalur yang dinamakan BUS.
Komputer terdiri dari 2 bagian besar yaitu:

-Software (Perangkat Lunak)

-Hardware (Perangkat Keras)

Pengertian Komputer

Komputer adalah alat yang dipakai untuk mengolah data menurut prosedur yang telah dirumuskan.
Dahulu kata Komputer identik dengan perhitungan matematika tetapi sekarang komputer dapat digunakan di berbagai bidang dalam kehidupan manusia.
Misalnya kegiatan perkantoran,pertahanan,pendidikan,dan masih banyak lagi contoh lainnya.

Sejarah Komputer


Untuk pertama kali manusia sudah dihadapkana pada kebutuhan untuk perhitungan dan kebutuhan pada penyimpanan data hasil perhitungan tersebut. Pada zaman dahulu orang meghitung dengan jari-jari dan butir-butir pasir yag dikenal dengan metode calculus. Pada abad XVI John Napier menciptakan alat hitung untuk perkalian. Alat ini prinsip kerjanya seperti mistar hitung, hanya lebih di sempurkan.

Pada tahun 1642 Pascal membuat calculator mekanik yang pertama, dan di lanjutkan dengan pencpitaan mesin hitung oleh Samuel Morland dan Liebnitz. Mesin kalkulator juga di buat oleh Thomas Colmat pada tahun 1824 yang lebih di sempurnakan. Demikian juga oleh Odhner pada tahun 1870 dan disusul oleh Williem Seward Burough pada tahun 1884.

Selama 10 tahun Charles Babbage menciptakan alat yang di sebut dengan “ Engine of Difference” pada abad XIX yang di anggap sebagai dasar komputer modern. Computer pertama yang menggunakan mekanik di buat pada tahun 1937 oleh Howard Aiken. Selajutnya pada tahun 1944 diproduksi bersama-sama team IBM(International Business Machine Corporation) sebagai Hardvard Mark 1 Computer.

Pada tahun 1946 di buat komputer eletronik pertama di University of Pensilvania yang di berinama ENIAC ( Electronic Numeriacal Integrator and Calculator). Dr. John Von Nusmann memuat komputer electronis yang lebih disempurnakan dengan nama EDVAC (Electronic Distribute Variable Automatic Computer). Pada tahun 1951 di Inggris oleh Liyon and Co. Ltd. Diproduksi computer komersial pertama dengan nama LEC(Lyon Electronic Office).

Di Amerika pada tahun 1948 juga di produksi komputer komersial oleh IBM. Adapun pada tahun 1950 diproduksi komputer UNIVAC oleh Sperry Rand Corporation. Sesuai dengan perkembangan jaman sampai sekarang komputer berkembang pesat dengan diciptakanya model-model baru dengan processor yang lebih canggih.

KAPASITOR

Kamis, 11 Februari 2010

Kapasitor (Kondensator) yang dalam rangkaian elektronika dilambangkan dengan huruf Cadalah suatu alat yang dapat menyimpan energi/muatan listrik di dalam medan listrik, dengan cara mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari muatan listrik. Kapasitor ditemukan oleh Michael Faraday (1791-1867). Satuan kapasitor disebut Farad (F). Satu Farad = 9 x 1011 cm2 yang artinya luas permukaan kepingan tersebut.

Struktur sebuah kapasitor terbuat dari 2 buah plat metal yang dipisahkan oleh suatu bahan dielektrik. Bahan-bahan dielektrik yang umum dikenal misalnya udara vakum, keramik, gelas dan lain-lain. Jika kedua ujung plat metal diberi tegangan listrik, maka muatan-muatan positif akan mengumpul pada salah satu kaki (elektroda) metalnya dan pada saat yang sama muatan-muatan negatif terkumpul pada ujung metal yang satu lagi. Muatan positif tidak dapat mengalir menuju ujung kutub negatif dan sebaliknya muatan negatif tidak bisa menuju ke ujung kutub positif, karena terpisah oleh bahan dielektrik yang non-konduktif. Muatan elektrik ini tersimpan selama tidak ada konduksi pada ujung-ujung kakinya. Di alam bebas, phenomena kapasitor ini terjadi pada saat terkumpulnya muatan-muatan positif dan negatif di awan.

prinsip.jpg

1.1. Kapasitansi

Kapasitansi didefinisikan sebagai kemampuan dari suatu kapasitor untuk dapat menampung muatan elektron. Coulombs pada abad 18 menghitung bahwa 1 coulomb = 6.25 x 1018 elektron. Kemudian Michael Faraday membuat postulat bahwa sebuah kapasitor akan memiliki kapasitansi sebesar 1 farad jika dengan tegangan 1 volt dapat memuat muatan elektron sebanyak 1 coulombs. Dengan rumus dapat ditulis :

Q = C V

Q = muatan elektron dalam C (coulombs)

C = nilai kapasitansi dalam F (farad)

V = besar tegangan dalam V (volt)

Dalam praktek pembuatan kapasitor, kapasitansi dihitung dengan mengetahui luas area plat metal (A), jarak (t) antara kedua plat metal (tebal dielektrik) dan konstanta (k) bahan dielektrik. Dengan rumus dapat di tulis sebagai berikut :

C = (8.85 x 10-12) (k A/t)

Berikut adalah tabel contoh konstanta (k) dari beberapa bahan dielektrik yang disederhanakan.

7.jpg

Untuk rangkaian elektronik praktis, satuan farad adalah sangat besar sekali. Umumnya kapasitor yang ada di pasaran memiliki satuan : µF, nF dan pF.

1 Farad = 1.000.000 µF (mikro Farad)

1 µF = 1.000.000 pF (piko Farad)

1 µF = 1.000 nF (nano Farad)

1 nF = 1.000 pF (piko Farad)

1 pF = 1.000 µµF (mikro-mikro Farad)

1 µF = 10-6 F

1 nF = 10-9 F

1 pF = 10-12 F

Konversi satuan penting diketahui untuk memudahkan membaca besaran sebuah kapasitor. Misalnya 0.047µF dapat juga dibaca sebagai 47nF, atau contoh lain 0.1nF sama dengan 100pF.

Kondensator diidentikkan mempunyai dua kaki dan dua kutub yaitu positif dan negatif serta memiliki cairan elektrolit dan biasanya berbentuk tabung.

Kapasitor

Sedangkan jenis yang satunya lagi kebanyakan nilai kapasitasnya lebih rendah, tidak mempunyai kutub positif atau negatif pada kakinya, kebanyakan berbentuk bulat pipih berwarna coklat, merah, hijau dan lainnya seperti tablet atau kancing baju yang sering disebut kapasitor (capacitor).

Kapasitor

2.2 Wujud dan Macam Kondensator

Berdasarkan kegunaannya kondensator di bagi menjadi :

1. Kondensator tetap (nilai kapasitasnya tetap tidak dapat diubah)

2. Kondensator elektrolit (Electrolit Condenser = Elco)

3. Kondensator variabel (nilai kapasitasnya dapat diubah-ubah)

Pada kapasitor yang berukuran besar, nilai kapasitansi umumnya ditulis dengan angka yang jelas. Lengkap dengan nilai tegangan maksimum dan polaritasnya. Misalnya pada kapasitor elco dengan jelas tertulis kapasitansinya sebesar 100µF25v yang artinya kapasitor/ kondensator tersebut memiliki nilai kapasitansi 100 µF dengan tegangan kerja maksimal yang diperbolehkan sebesar 25 volt.

Kapasitor yang ukuran fisiknya kecil biasanya hanya bertuliskan 2 (dua) atau 3 (tiga) angka saja. Jika hanya ada dua angka, satuannya adalah pF (pico farads). Sebagai contoh, kapasitor yang bertuliskan dua angka 47, maka kapasitansi kapasitor tersebut adalah 47 pF. Jika ada 3 digit, angka pertama dan kedua menunjukkan nilai nominal, sedangkan angka ke-3 adalah faktor pengali. Faktor pengali sesuai dengan angka nominalnya, berturut-turut 1 = 10, 2 = 100, 3 = 1.000, 4 = 10.000, 5 = 100.000 dan seterusnya.

Contoh :

6.jpg

Untuk kapasitor polyester nilai kapasitansinya bisa diketahui berdasarkan warna seperti pada resistor.

5.jpg

Contoh :

14.jpg

Seperti komponen lainnya, besar kapasitansi nominal ada toleransinya. Pada tabel 2.3 diperlihatkan nilai toleransi dengan kode-kode angka atau huruf tertentu. Dengan tabel tersebut pemakai dapat dengan mudah mengetahui toleransi kapasitor yang biasanya tertera menyertai nilai nominal kapasitor. Misalnya jika tertulis 104 X7R, maka kapasitansinya adalah 100nF dengan toleransi +/-15%. Sekaligus diketahui juga bahwa suhu kerja yang direkomendasikan adalah antara -55Co sampai +125Co .

81.jpg

Dari penjelasan di atas bisa diketahui bahwa karakteristik kapasitor selain kapasitansi juga tak kalah pentingnya yaitu tegangan kerja dan temperatur kerja. Tegangan kerja adalah tegangan maksimum yang diijinkan sehingga kapasitor masih dapat bekerja dengan baik. Misalnya kapasitor 10uF25V, maka tegangan yang bisa diberikan tidak boleh melebihi 25 volt dc. Umumnya kapasitor-kapasitor polar bekerja pada tegangan DC dan kapasitor non-polar bekerja pada tegangan AC. Sedangkan temperatur kerja yaitu batasan temperatur dimana kapasitor masih bisa bekerja dengan optimal. Misalnya jika pada kapasitor tertulis X7R, maka kapasitor tersebut mempunyai suhu kerja yang direkomendasikan antara -55Co sampai +125Co. Biasanya spesifikasi karakteristik ini disajikan oleh pabrik pembuat di dalam datasheet.

2.3. Rangkaian Kapasitor

Rangkaian kapasitor secara seri akan mengakibatkan nilai kapasitansi total semakin kecil. Di bawah ini contoh kapasitor yang dirangkai secara seri.

9.jpg

Pada rangkaian kapasitor yang dirangkai secara seri berlaku rumus :

10.jpg

Rangkaian kapasitor secara paralel akan mengakibatkan nilai kapasitansi pengganti semakin besar. Di bawah ini contoh kapasitor yang dirangkai secara paralel.

11.jpg

Pada rangkaian kapasitor paralel berlaku rumus :

12.jpg

2.4. Fungsi Kapasitor

Fungsi penggunaan kapasitor dalam suatu rangkaian :

1. Sebagai kopling antara rangkaian yang satu dengan rangkaian yang lain (pada PS = Power Supply)

2. Sebagai filter dalam rangkaian PS

3. Sebagai pembangkit frekuensi dalam rangkaian antenna

4. Untuk menghemat daya listrik pada lampu neon

5. Menghilangkan bouncing (loncatan api) bila dipasang pada saklar

2.5. Tipe Kapasitor

Kapasitor terdiri dari beberapa tipe, tergantung dari bahan dielektriknya. Untuk lebih sederhana dapat dibagi menjadi 3 bagian, yaitu kapasitor electrostatic, electrolytic dan electrochemical.

· Kapasitor Electrostatic

Kapasitor electrostatic adalah kelompok kapasitor yang dibuat dengan bahan dielektrik dari keramik, film dan mika. Keramik dan mika adalah bahan yang popular serta murah untuk membuat kapasitor yang kapasitansinya kecil. Tersedia dari besaran pF sampai beberapa µF, yang biasanya untuk aplikasi rangkaian yang berkenaan dengan frekuensi tinggi. Termasuk kelompok bahan dielektrik film adalah bahan-bahan material seperti polyester (polyethylene terephthalate atau dikenal dengan sebutan mylar), polystyrene, polyprophylene, polycarbonate, metalized paper dan lainnya.

Mylar, MKM, MKT adalah beberapa contoh sebutan merek dagang untuk kapasitor dengan bahan-bahan dielektrik film. Umumnya kapasitor kelompok ini adalah non-polar.

· Kapasitor Electrolytic

Kelompok kapasitor electrolytic terdiri dari kapasitor-kapasitor yang bahan dielektriknya adalah lapisan metal-oksida. Umumnya kapasitor yang termasuk kelompok ini adalah kapasitor polar dengan tanda + dan – di badannya. Mengapa kapasitor ini dapat memiliki polaritas, adalah karena proses pembuatannya menggunakan elektrolisa sehingga terbentuk kutub positif anoda dan kutub negatif katoda.

Telah lama diketahui beberapa metal seperti tantalum, aluminium, magnesium, titanium, niobium, zirconium dan seng (zinc) permukaannya dapat dioksidasi sehingga membentuk lapisan metal-oksida (oxide film). Lapisan oksidasi ini terbentuk melalui proses elektrolisa, seperti pada proses penyepuhan emas. Elektroda metal yang dicelup ke dalam larutan elektrolit (sodium borate) lalu diberi tegangan positif (anoda) dan larutan electrolit diberi tegangan negatif (katoda). Oksigen pada larutan electrolyte terlepas dan mengoksidasi permukaan plat metal. Contohnya, jika digunakan Aluminium, maka akan terbentuk lapisan Aluminium-oksida (Al2O3) pada permukaannya.

13.jpg

Dengan demikian berturut-turut plat metal (anoda), lapisan-metal-oksida dan electrolyte (katoda) membentuk kapasitor. Dalam hal ini lapisan-metal-oksida sebagai dielektrik. Dari rumus (2) diketahui besar kapasitansi berbanding terbalik dengan tebal dielektrik. Lapisan metal-oksida ini sangat tipis, sehingga dengan demikian dapat dibuat kapasitor yang kapasitansinya cukup besar.

Karena alasan ekonomis dan praktis, umumnya bahan metal yang banyak digunakan adalah aluminium dan tantalum. Bahan yang paling banyak dan murah adalah aluminium. Untuk mendapatkan permukaan yang luas, bahan plat Aluminium ini biasanya digulung radial. Sehingga dengan cara itu dapat diperoleh kapasitor yang kapasitansinya besar. Sebagai contoh 100uF, 470uF, 4700uF dan lain-lain, yang sering juga disebut kapasitor elco.

Bahan electrolyte pada kapasitor tantalum ada yang cair tetapi ada juga yang padat. Disebut electrolyte padat, tetapi sebenarnya bukan larutan electrolit yang menjadi elektroda negatif-nya, melainkan bahan lain yaitu manganese-dioksida. Dengan demikian kapasitor jenis ini bisa memiliki kapasitansi yang besar namun menjadi lebih ramping dan mungil. Selain itu karena seluruhnya padat, maka waktu kerjanya (lifetime) menjadi lebih tahan lama. Kapasitor tipe ini juga memiliki arus bocor yang sangat kecil Jadi dapat dipahami mengapa kapasitor Tantalum menjadi relatif mahal.

· Kapasitor Electrochemical

Satu jenis kapasitor lain adalah kapasitor electrochemical. Termasuk kapasitor jenis ini adalah battery dan accu. Pada kenyataannya battery dan accu adalah kapasitor yang sangat baik, karena memiliki kapasitansi yang besar dan arus bocor (leakage current) yang sangat kecil. Tipe kapasitor jenis ini juga masih dalam pengembangan untuk mendapatkan kapasitansi yang besar namun kecil dan ringan, misalnya untuk aplikasi mobil elektrik dan telepon selular.

NILAI STANDART RESISTOR

Tidak semua nilai resistansi tersedia di pasaran yang menjual resistor. Gambar 6 dan Gambar 7 adalah tabel nilai resistansi resistor standard yang beredar dipasaran.

1R0

10R

100R

1K0

10K

100K

1M0

10M

1R2

12R

120R

1K2

12K

120K

1M2

n/a

1R5

15R

150R

1K5

15K

150K

1M5

n/a

1R8

18R

180R

1K8

18K

180K

1M8

n/a

2R2

22R

220R

2K2

22K

220K

2M2

n/a

2R7

27R

270R

2K7

27K

270K

2M7

n/a

3R3

33R

330R

3K3

33K

330K

3M3

n/a

3R9

39R

390R

3K9

39K

390K

3M9

n/a

4R7

47R

470R

4K7

47K

470K

4M7

n/a

5R6

56R

560R

5K6

56K

56OK

5M6

n/a

6R8

68R

680R

6K8

68K

680K

6M8

n/a

8R2

82R

820R

8K2

82K

82OK

8M2

n/a

Gambar 6. Nilai standard resistor pada jangkauan E12

1R0

10R

100R

1K0

10K

100K

1M0

1R1

11R

110R

1K1

11K

110K

n/a

1R2

12R

120R

1K2

12K

120K

n/a

1R3

13R

130R

1K3

13K

130K

n/a

1R5

15R

150R

1K5

15K

150K

n/a

1R6

16R

160R

1K6

16K

160K

n/a

1R8

18R

180R

1K8

18K

180K

n/a

2R0

20R

200R

2K0

20K

200K

n/a

2R2

22R

220R

2K2

22K

220K

n/a

2R4

24R

240R

2K4

24K

240K

n/a

2R7

27R

270R

2K7

27K

270K

n/a

3R0

30R

300R

3K0

30K

300K

n/a

3R3

33R

330R

3K3

33K

330K

n/a

3R6

36R

360R

3K6

36K

360K

n/a

3R9

39R

390R

3K9

39K

390K

n/a

4R3

43R

430R

4K3

43K

430K

n/a

4R7

47R

470R

4K7

47K

470K

n/a

5R1

51R

510R

5K1

51K

510K

n/a

5R6

56R

560R

5K6

56K

56OK

n/a

6R2

62R

620R

6K2

62K

620K

n/a

6R8

68R

680R

6K8

68K

680K

n/a

7R5

75R

750R

7K5

75K

750K

n/a

8R2

82R

820R

8K2

82K

82OK

n/a

9R1

91R

910R

9K1

91K

910K

n/a

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes